The Relationship between Seagrass Density and Macrozoobenthos Abundance in the Waters of Jago-Jago Village, Central Tapanuli Regency, North Sumatra

Authors

  • Ratna Prasetiowati Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau Author
  • Joko Samiaji Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau Author
  • Efriyeldi Efriyeldi Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau Author

DOI:

https://doi.org/10.31258/jnat.24.1.28-34

Keywords:

Jago-Jago Village, Seagrass, Macrozoobenthos, Sediment

Abstract

This survey was conducted in February - March 2023 in the waters of Jago-Jago Village, Central Tapanuli Regency. This study aimed to determine seagrass density and macrozoobenthos abundance, and to examine the relationship between seagrass density and macrozoobenthos abundance. This research was carried out according to a research method in which the sampling station was determined in a targeted area. Sampling was conducted at 3 research stations using 3 transects perpendicular to the shoreline at each station. Each transect line consists of 3 quadrat plots measuring 1 x 1 m2. The seagrass species found was Enhalus acoroides. The research results showed the highest density at station I (29.44 stands/m2), station II (25.33 stands/m2), and the lowest density was in station III (19.22 stands/m2). These data show that seagrass conditions at stations I and II are sparse, while station III has very sparse conditions. The result shows that the highest density is in station I, at 25.78 ind/m2, and the lowest is in station III, at 6.78 ind/m2. The results of the regression test show that the relationship between seagrass density and macrozoobenthos abundance is significant (p = 0.012) and positive (r = 0.787).

Downloads

Download data is not yet available.

References

[KLH] Kementerian Lingkungan Hidup., 2004. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut.

Agustina, A., Zulkifli, Z., Samiaji, J., 2016. Kerapatan dan biomassa lamun Thalassia hemprichii di Pantai Nirwana Kota Padang Provinsi Sumatera Barat. Universitas Riau.

Alfitriatussulus, A., 2003. Sebaran moluska (Bivalvia dan Gastropoda) di Muara Sungai Cimandiri, Teluk Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Fakultas Perikanan dan Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Christon, C., Djunaedi, O.S., Purba, N.P., 2012. Pengaruh tinggi pasang surut terhadap pertumbuhan dan biomassa daun lamun di Pulau Pari Kepulauan Seribu, Jakarta. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 3(3): 288-294.

Dahuri, R., Jacub, R., Sapta, P.G., Sitepu, M.J., 2001. Pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir dan lautan terpadu. Jakarta. PT Pradnya Paramita.

David, L.B., 2011. Inventarisasi lamun di Perairan Desa Jago-jago Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara. Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Riau. Pekanbaru.

Effendi, H., 2003. Telaah kualitas air bagi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan. Penerbit Kanasius. Yogyakarta.

Gosari, B.A.J., Haris, A., 2012. Studi kerapatan dan penutupan spesies lamun di Kepulauan Spermonde. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan, 22 (3): 156-162.

Hitalessy, R.B., Amin, S.L., Endang, Y.H., 2015. Struktur komunitas dan asosiasi gastropoda dengan tumbuhan lamun di Perairan Pesisir Lamongan Jawa Timur. Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari, 6(1): 64-73.

Junaidi, J., Zulkifli, Z., Thamrin, T., 2017. Analisis hubungan kerapatan lamun dengan kelimpahan makrozoobentos di Perairan Selat Bintan Desa Pengujan Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Ilmu Kelautan.

Pramita, W., Efriyeldi, E., Ghalib, M., 2021. Relation Macrozoobenthos with sediment organic material in the intertidal zone in Selat Baru Beach, Bengkalis Regency, Riau Province. Journal of Coastal and Ocean Sciences, 2(2): 98-103

Razak, A., 1991. Statistika bidang pendidikan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. Pekanbaru.

Rifardi, R., 2008. Tekstur sedimen sampling dan analisis. Universitas Riau.

Rosalina, D., Herawati, E.Y., Risjani, Y., Musa, M., 2018. Keanekaragaman spesies lamun di Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Enviro Scienteae, 14(1): 21- 28

Sari, R.M., Dedy, K., Deni, S., 2021. Kerapatan dan pola sebaran lamun berdasarkan aktivitas masyarakat di Perairan Pengujan Kabupaten Bintan. Journal of Marine Research, 10 (4): 527-534.

Short, F.T., Dennison, T.J.B., Carrutchers, C., Watcott, M., 2007. Global seagrass distribution and diversity: A bioregional model. Journal of Experimental Marine Biology and Ecology, 350: 3-20

Supriharyono, S., 2007. Konservasi ekosistem sumberdaya hayati di wilayah pesisir dan laut tropis. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Tuwo, A., 2011. Pengelolaan ekowisata pesisir dan laut. Brilian Internasional. Surabaya.

Downloads

Published

2026-04-22

Issue

Section

Articles

How to Cite

The Relationship between Seagrass Density and Macrozoobenthos Abundance in the Waters of Jago-Jago Village, Central Tapanuli Regency, North Sumatra. (2026). Jurnal Natur Indonesia, 24(1), 28-34. https://doi.org/10.31258/jnat.24.1.28-34